Samosir part 1

SAMOSIR JOURNEY – PART 1

Saat pertama kali memutuskan untuk liburan kali ini menginap di Samosir, saya tidak membayangkan kalau Samosir sudah sangat professional dalam menangani turis.

Beberapa tahun lalu saya pernah menyeberang dari Parapat ke Samosir tapi hanya berkunjung atau singgah selama 2 jam di Samosir. Kesan pertama saat itu adalah Samosir ya begitu…. Banyak orang jualan, ada orang menari, ada kuburan raja…. Itu saja. Bagi saya semua itu biasa-biasa saja.

Jadi saat memutuskan untuk stay 1 night disana saya tidak berharap banyak.

Perjalanan dariMedanke Pematang Siantar yang kami tempuh di kegelapan malam terasa sangat asyik karena baru kali ini mencoba jalan malam dariMedanke Siantar. Sempat ragu juga dengan jalanan…. Thanks God berkat GPS di hape kita tidak ragu tersesat atau salah jalan.

Malam itu kita menginap di Siantar untuk bangun pagi dan bersiap melakukan perjalanan ke Samosir.

Perjalanan ke Samosir dimulai dengan perjalanan dari Siantar ke Parapat. Perjalanan melintasi desa-desa dan hamparan kayu pinus terasa menyegarkan pandangan dan jiwa setelah seharian dengan udaraJakartayang penat.

Untuk mencapai Samosir, kita harus antri di dermaga karena jadwal kapal Cuma 2 jam sekali. Walaupun pada saat sibuk mereka menyediakan kapal tambahan.

Tips untuk ke Samosir, usahakan berangkat sebelum jam 12 siang. Karena pada jam-jam setelah jam 12 cenderung padat jadi bias jadi antrinya lebih lama.

Perjalanan ke Samosir ditempuh sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan kita disuguhi oleh pengamen Danau Toba yang terkenal dengan suara emasnya. Pantas saja banyak penyanyi dari Tano Batak ini, pengamen di danau Toba saja mampu menyihir kita yang mendengarkannya. Perjalanan juga terasa indah karena di kanan kiri kita disuguhi dengan keindahan bukit-bukit di danau Toba yang masih asri. Deburan ombak di bibir pantai kadang mengagetkan burung elang yang sedang hinggap di bebatuan, menambah kesan alaminya sepanjang perjalanan.

Halo Samosir…. Apa khabar…. Senang bisa datang lagi kesini untuk kedua kalinya.

Keluar dari kapal dan menyusuri bibir pantai sepanjang perjalanan ke Tuk-Tuk Siadong sungguh luar biasa. Sensasinya sama dengan perjalanan diLombokdari bibir pantai dermaga ke Gili Trawangan ke Senggigi. Spectacular. Bedanya di Lombok dengan hamparan laut yang luas, kalau di Samosir ada sensasi sejuk udara pantai dan air danau yang tenang.

Untungnya kami sampai sebelum jam 1 siang di Samosir dan segera mencari hotel. Dengan bekal browsing internet kami akhirnya memilih untuk menginap di Carolina Inn Hotel. Sempat kaget karena ternyata hotel ini menyediakan fasilitas internet WIFI, kamar mandi dengan air panas, penyewaan sepeda, sepeda motor bahkan mobil dilengkapi dengan tour guide. Jadi dech saya bisa liburan sambil mengontrol kerjaan kantor lewat email.

 Menikmati Danau Toba dari Samosir akan terasa lebih pas kalau kita memilihhoteldenganLakeView. Tenang saja, kebanyakan hotel di Samosir memang mengandalkanLakeView. Udara di Samosira sangat sejuk, ini bisa dimengerti karena sebenarnya Danau Toba sebenarnya adalah Danau di atas gunung. Jadi pantas saja udaranya sesejuk Puncak………. End of part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s