Relativity Theory aka Teori Relativitas

Albert Einstein terkenal dengan Teori  Relativitas yang mengguncangkan pada masanya. Rumus E = MC2 menandai kepiawaian beliau dalam menunjukkan bagaimana energy merupakan hasil yang didapat massa tertentu sebuah benda dengan kecepatan yang dihasilkan dari gerakannya. Dalam hal kecepatan inilah beliau menandai relativitas dimana sebuah kecepatan bisa dikatakan cepat tergantung dengan pembandingnya. Bila pembandingnya lebih cepat maka sesuatu yang sebelumnya dikatakan cepat menjadi kelihatan lambat.

Carl Lewis pada saat mencapai waktu dibawah 10 detik pertama kali dalam lari sprint 100 meter dikatakan manusia tercepat. Seiring waktu, Ben Johnson memecahkan rekor tersebut dan selanjutnya oleh pelari lain sampai sekarang. Kita akhirnya disadarkan bahwa apa yang dihasilkan oleh Carl Lewis bukan menjadi yang tercepat. Kenapa?  Jawabannya sederhana….. Ben Johnson membuktikan bahwa dia bisa lebih cepat.

Segala kejadian mempunyai perbandingan dengan yang lain. Kita sering mendengar orang berkata ,”Itu khan relative”, ketika dihadapkan dengan sebuah kenyataan tentang kejadian yang rumit. Kita bahkan tanpa sadar dapat menjadi salah menilai tentang sesuatu bila salah dalam mengambil perbandingan dengan hal lain. Membandingkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian hidup kita. Kita meyakini bahwa keadaan yang ada adalah PILIHAN karena begitu banyak kejadian yang bisa menjadi bahan pelajaran.

Banyak hal yang kita pandang berbeda karena beberapa aspek. Misalnya jarak. Di kampung saya ada warung kopi yang jaraknya dari rumah orang tua  saya sekitar 200 meter. Selama 18 tahun umur saya, warung kopi tersebut saya rasakan jauh kalau jalan kaki. Saat umur 25 tahun saya kembali ke kampong saya untuk pertama kali setelah kepergian saya 9 tahun yang lalu. Ternyata jarak 200 meter ke warung kopi rasanya dekat sekali. Aneh juga ketika merasakan itu. Saya penasaran kenapa jarak tersebut terasa lebih dekat? Ternyata karena selama ini saya sudah biasa melewati jarak 200 meter dengan jumlah rumah sepanjang 200 meter yang lebih banyak dibanding kampong saya. Menarik……

Hal menarik lain adalah bagaimana kita menghadapi lebaran. Libur seminggu, bisa menjadi libur yang terlalu lama dan bisa juga terlalu pendek. Kalau yang pulang kampong ke Jawa dari Jakarta dengan aktifitas silaturahmi yang padat akan mengatakan bahwa libur seminggu terlalu pendek. Tapi bagi mereka yang tidak pulang kampong dan cucian di rumah setumpuk karena pembantu mudik, libur seminggu bisa menjadi terlalu lama.

Kehidupan ini memang penuh dengan relativitas. Sering kali kita salah mengambil kesimpulan dan salah menilai seseorang hanya karena kita kurang mengikuti teori relativitas. Mari mulai untuk berpikir positif dan memahami teori relativitas untuk mendapatkan penilain yang sesuai untuk semua kejadian hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s