KOTA GEDE – RIWAYATMU KINI

Kembali ke Yogya selalu membawa sejuta kenangan tentang masa-masa kuliah di kota ini. Sebagai kota yang tenang, kota ini menyimpan kekuatan magis tersendiri yang sulit untuk diuraikan dengan kata-kata. Yogya adalah kota budaya, Yogya juga adalah kota dengan segudang kegaduhan di beberapa sudutnya. Yogya menjadi besar karena kenyamanannya seperti motonya YOGYA BERHATI NYAMAN. Namun Yogya juga besar karena kearifan budayanya. Yogya juga dikenal dengan kesederhanannya, terbukti dengan biaya hidup yang murah.

Cukup ulasan singkat tentang Yogya. Kita kembali ke topik.

Liburan kali ini saya mencoba untuk menelusuri jejak Yogya dari sudut yang berbeda. Kalau biasanya saya mendekatkan diri dengan Malioboro, Kaliurang, Parang Tritis dan Alun-alun, kali ini saya fokus ke tempat yang jarang saya kunjungi di masa lalu.

Kota Gede….. saya terhenyak dari lamunan ketika teringat daerah ini. Ingin rasanya menelusuri jejak kota ini dari warisan kerajinan peraknya yang terkenal kemana-mana. Dengan semangat membara saya dan istri keluar dari hotel dengan tujuan bulat ke Kota Gede. Tentunya setelah dari sana kita juga akan menyambangi tempat kuliner dan sudut-sudut lain kota Yogya.

Motor pinjaman dari teman kuliah dulu jadi kendaraan kami. Lajunya yang sedang dan ditambah suasana kota yang masih lengang membuat perjalanan kami tetap asyik. Bagi kami, meyusuri jalanan kota Yogya saja memang sudah menyejukkan hati dan penuh dengan kesenangan.

Jalan Kemasan dengan gapura SELAMAT DATANG nya menyambut kami dengan penuh misteri. Saya menggambarkan sebagai misteri karena keramaian yang saya bayangkan sebelumnya ternyata tidak saya dapatkan. Memasuki kawasan kerajinan perak ini seperti memasuki sebuah kota mati yang setiap sudutnya menyimpan misteri. Rasanya sangat aneh setelah beberapa hari ini saya mengunjungi tempat lain dan ketika memasuki daerah ini yang saya temukan sangat kontras. Saya yakin dengan gambaran saya bahwa Kota Gede adalah kota mati karena sebagai tempat kunjungan wiasata daerah ini sepi.

Kota Gede …. Riwayatmu kini. Pernahkah kita terpikir untuk membuat kota ini lebih menggeliat? Apa yang kurang dari kota ini? Apakah saat ini orang sudah tidak suka lagi dengan perak? Seiring dengan banyaknya jenis pilihan lain kelihatannya perak semakin tidak diminati.

Saya diajak singgah oleh istri di beberapa toko dengan ukiran peraknya yang bagus-bagus penuh dengan nilai artistic. Tapi dari beberapa tolo yang kami sambangi istri saya tidak menemukan barang yang menarik hati. Sebenarnya ada yang disukai tapi melihat harganya dia berpikir ulang. Sempat saya Tanya istri,” Kenapa tidak dibeli?” Jawabannya simple, ‘ Daripada perak mending beli emas atau perhiasan lainnya”. Nah lho…. Apa ini juga yang menjadi pertimbangan konsumen lain sehingga tingkat kunjungan ke kota Gede jadi menurun? Bisa saja.

Kota Gede….. rasanya baru kemarin melihat geliatmu yang mempesonakan banyak orang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s