KELANGKAAN TEPUNG BATOK DAN KEMUNCULAN TEPUNG KULIT KOPI

Seiring dengan perkembangan industry saat ini pemakaian tepung batok kelapa untuk Anti Nyamuk Bakar akan semakin sulit.

Hal ini tidak dapat dipungkiri karena perkembangan pemakaian arang batok dalam aneka industry.

Penghasil tempurung batok cenderung untuk menjual tempurung batok kelapa ke industry arang batok dari pada tepung batok kelapa.

Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan pada awal Juli 2014 ini, tempurung batok kelapa dibeli dengan harga yang berbeda oleh kedua industry ini;

Industry tepung batok: Rp. 950 – 1,000/ kg

Industri arang batok; Rp. 1,100/ kg

Dalam kondisi seperti ini industry pembuatan tepung batok semakin lama akan semakin kalah bersaing dengan pembuat arang batok.

Untuk menyikapi hal ini, saat ini industry Anti Nyamuk Bakar mulai mencari alternative lain sebagai pengganti batok. Saat ini sedang dilakukan riset untuk KULIT KOPI.

kulit kopi1 kulit kopi4

Tepung KULIT KOPI mempunyai kemiripan mutu dengan tepung batok kelapa. Hal ini bisa dilihat dari berat jenis yang hampir sama sekitar (0.4 g/ml).

Disamping itu saat diaplikasikan dalam proses produksi, mutu Anti Nyamuk Bakar juga halus. Tetapi Kulit Kopi ini masih punya kendala terkait speed mesin dan lama waktu bakar. Oleh karena itu, kemungkinan pemakaian kulit kopi ini tidak bisa terlalu banyak.

TEPUNG KULIT KOPI UNTUK OBAT ANTI NYAMUK BAKAR

Perusahaan Anti Nyamuk Bakar saat ini semakin berlomba untuk melakukan inovasi dalam pemakaian bahan baku.

Saat ini dikembangkan untuk pemakaian Kulit Kopi sebagai bahan untuk mengurangi pemakaian tempurung batok kelapa.

Ketika dikonfirmasi hal ini ke salah satu pabrik yang ada di Tangerang, pihak pabrik membenarkan. Hal ini dilakukan karena semakin sulit untuk mendapatkan tempurung batok kelapa. Terutama karena batok kelapa saat ini banyak digunakan untuk membuat briket, karbon aktif yang banyak digunakan di luar negeri. Sehingga dengan harga Dollar yan makin meningkat terhadap Rupiah, para pebisnis semakin gencar untuk melakukan produksi karbon aktif.

Onggok Untuk Plywood – Kayu Lapis

Saat ini untuk efisiensi hampir semua industri melakukan VA (Value Analysis).

VA dilakukan untuk memastikan material baru cocok untuk produk yang dihasilkan.

Tentunya dengan VA diharapkan ada cost efficency.

Untuk itulah kami mengembangkan onggok sebagai bahan baku pembuatan plywood-kayu lapis.

Kami menyediakan Onggok untuk bahan baku kayu lapis.

Image
onggok berbagai grade

Harga bersaing. Bisa supply sampai 500 ton per bulan

Berminat silakan menghubungi kami

Samosir Journey 2- Paradiso Side

SAMOSIR JOURNEY – PART 2

Seperti diceritakan sebelumnya menginap di Samosir sangat terasa kesan damai, sejuk, fresh, original, kampung dan kesan lain yang berbaur.

Menjelajahi pulau Samosir sepanjang perjalanan terasa keajaiban dari Danau itu sendiri. Sekali-sekali kita bisa melihat gerombolan burung yang terbang di antara tenangnya air danau.

Sepanjang perjalanan juga dapat dirasakan kedamaian karena keheningan pulau terasa sekali.

Bayangkan, danau dengan background bukit yang hijau, udara yang sejuk, keheningan, langit yang biru, air danau yang biru dan tenang……. Sungguh sebuah moment yang tidak mudah didapat di sembarang tempat.

Wajah desa yang sangat alami dengan kegiatan pertanian di ladang yang dilakukan warga, kerbau atau sapi yang ditambatkan di pinggir jalan atau di kebun, rumah penduduk yang masih sederhana sebenarnya potensi sangat bagus untuk perkembangan pariwisata di Samosir.

Saya senang untuk mengatakan bahwa Samosir adalahParadise-nyaIndonesia. Kesederhanaan yang muncul dari pulau ini merupakan modal yang baik untuk peningkatan pariwisata di masa depan. Perlu kearifan dalam perencanaan pariwisata di Samosir supaya kondisi alami yang terasa sekarang masih bisa dipertahankan. Industri pariwisata akan membuat wajah pulau ini berubah, namun harus ada batasan pengembangan industri yang menjadi Master Plan untuk menjaga ke-autentikan dari daerah ini.

Perjalanan menyusuri bibir pantai Danau Toba akhirnya berakhir di Pangururan. Karena kami mau melanjutkan perjalanan ke Kabanjahe (Kabupaten Karo) maka kami keluar dari pulau Samosir di Pangururan.

Perjalanan dari Pangururan ke Kabanjahe adalah kisah perjalanan yang berbeda sekali dengan perjalanan selama di Samosir.

Perjalanan ke Kabanjahe dari Samosir saya gambarkan sebagai perjalanan yang ekstrim, sedangkan perjalanan selama di Samosir adalah gambaran perjalanan Paradiso.

Cerita perjalanan ke Kabanjahe akan saya ceritakan disegmen terakhir

………………… end of part 2

Samosir part 1

SAMOSIR JOURNEY – PART 1

Saat pertama kali memutuskan untuk liburan kali ini menginap di Samosir, saya tidak membayangkan kalau Samosir sudah sangat professional dalam menangani turis.

Beberapa tahun lalu saya pernah menyeberang dari Parapat ke Samosir tapi hanya berkunjung atau singgah selama 2 jam di Samosir. Kesan pertama saat itu adalah Samosir ya begitu…. Banyak orang jualan, ada orang menari, ada kuburan raja…. Itu saja. Bagi saya semua itu biasa-biasa saja.

Jadi saat memutuskan untuk stay 1 night disana saya tidak berharap banyak.

Perjalanan dariMedanke Pematang Siantar yang kami tempuh di kegelapan malam terasa sangat asyik karena baru kali ini mencoba jalan malam dariMedanke Siantar. Sempat ragu juga dengan jalanan…. Thanks God berkat GPS di hape kita tidak ragu tersesat atau salah jalan.

Malam itu kita menginap di Siantar untuk bangun pagi dan bersiap melakukan perjalanan ke Samosir.

Perjalanan ke Samosir dimulai dengan perjalanan dari Siantar ke Parapat. Perjalanan melintasi desa-desa dan hamparan kayu pinus terasa menyegarkan pandangan dan jiwa setelah seharian dengan udaraJakartayang penat.

Untuk mencapai Samosir, kita harus antri di dermaga karena jadwal kapal Cuma 2 jam sekali. Walaupun pada saat sibuk mereka menyediakan kapal tambahan.

Tips untuk ke Samosir, usahakan berangkat sebelum jam 12 siang. Karena pada jam-jam setelah jam 12 cenderung padat jadi bias jadi antrinya lebih lama.

Perjalanan ke Samosir ditempuh sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan kita disuguhi oleh pengamen Danau Toba yang terkenal dengan suara emasnya. Pantas saja banyak penyanyi dari Tano Batak ini, pengamen di danau Toba saja mampu menyihir kita yang mendengarkannya. Perjalanan juga terasa indah karena di kanan kiri kita disuguhi dengan keindahan bukit-bukit di danau Toba yang masih asri. Deburan ombak di bibir pantai kadang mengagetkan burung elang yang sedang hinggap di bebatuan, menambah kesan alaminya sepanjang perjalanan.

Halo Samosir…. Apa khabar…. Senang bisa datang lagi kesini untuk kedua kalinya.

Keluar dari kapal dan menyusuri bibir pantai sepanjang perjalanan ke Tuk-Tuk Siadong sungguh luar biasa. Sensasinya sama dengan perjalanan diLombokdari bibir pantai dermaga ke Gili Trawangan ke Senggigi. Spectacular. Bedanya di Lombok dengan hamparan laut yang luas, kalau di Samosir ada sensasi sejuk udara pantai dan air danau yang tenang.

Untungnya kami sampai sebelum jam 1 siang di Samosir dan segera mencari hotel. Dengan bekal browsing internet kami akhirnya memilih untuk menginap di Carolina Inn Hotel. Sempat kaget karena ternyata hotel ini menyediakan fasilitas internet WIFI, kamar mandi dengan air panas, penyewaan sepeda, sepeda motor bahkan mobil dilengkapi dengan tour guide. Jadi dech saya bisa liburan sambil mengontrol kerjaan kantor lewat email.

 Menikmati Danau Toba dari Samosir akan terasa lebih pas kalau kita memilihhoteldenganLakeView. Tenang saja, kebanyakan hotel di Samosir memang mengandalkanLakeView. Udara di Samosira sangat sejuk, ini bisa dimengerti karena sebenarnya Danau Toba sebenarnya adalah Danau di atas gunung. Jadi pantas saja udaranya sesejuk Puncak………. End of part 1

Relativity Theory aka Teori Relativitas

Albert Einstein terkenal dengan Teori  Relativitas yang mengguncangkan pada masanya. Rumus E = MC2 menandai kepiawaian beliau dalam menunjukkan bagaimana energy merupakan hasil yang didapat massa tertentu sebuah benda dengan kecepatan yang dihasilkan dari gerakannya. Dalam hal kecepatan inilah beliau menandai relativitas dimana sebuah kecepatan bisa dikatakan cepat tergantung dengan pembandingnya. Bila pembandingnya lebih cepat maka sesuatu yang sebelumnya dikatakan cepat menjadi kelihatan lambat.

Carl Lewis pada saat mencapai waktu dibawah 10 detik pertama kali dalam lari sprint 100 meter dikatakan manusia tercepat. Seiring waktu, Ben Johnson memecahkan rekor tersebut dan selanjutnya oleh pelari lain sampai sekarang. Kita akhirnya disadarkan bahwa apa yang dihasilkan oleh Carl Lewis bukan menjadi yang tercepat. Kenapa?  Jawabannya sederhana….. Ben Johnson membuktikan bahwa dia bisa lebih cepat.

Segala kejadian mempunyai perbandingan dengan yang lain. Kita sering mendengar orang berkata ,”Itu khan relative”, ketika dihadapkan dengan sebuah kenyataan tentang kejadian yang rumit. Kita bahkan tanpa sadar dapat menjadi salah menilai tentang sesuatu bila salah dalam mengambil perbandingan dengan hal lain. Membandingkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian hidup kita. Kita meyakini bahwa keadaan yang ada adalah PILIHAN karena begitu banyak kejadian yang bisa menjadi bahan pelajaran.

Banyak hal yang kita pandang berbeda karena beberapa aspek. Misalnya jarak. Di kampung saya ada warung kopi yang jaraknya dari rumah orang tua  saya sekitar 200 meter. Selama 18 tahun umur saya, warung kopi tersebut saya rasakan jauh kalau jalan kaki. Saat umur 25 tahun saya kembali ke kampong saya untuk pertama kali setelah kepergian saya 9 tahun yang lalu. Ternyata jarak 200 meter ke warung kopi rasanya dekat sekali. Aneh juga ketika merasakan itu. Saya penasaran kenapa jarak tersebut terasa lebih dekat? Ternyata karena selama ini saya sudah biasa melewati jarak 200 meter dengan jumlah rumah sepanjang 200 meter yang lebih banyak dibanding kampong saya. Menarik……

Hal menarik lain adalah bagaimana kita menghadapi lebaran. Libur seminggu, bisa menjadi libur yang terlalu lama dan bisa juga terlalu pendek. Kalau yang pulang kampong ke Jawa dari Jakarta dengan aktifitas silaturahmi yang padat akan mengatakan bahwa libur seminggu terlalu pendek. Tapi bagi mereka yang tidak pulang kampong dan cucian di rumah setumpuk karena pembantu mudik, libur seminggu bisa menjadi terlalu lama.

Kehidupan ini memang penuh dengan relativitas. Sering kali kita salah mengambil kesimpulan dan salah menilai seseorang hanya karena kita kurang mengikuti teori relativitas. Mari mulai untuk berpikir positif dan memahami teori relativitas untuk mendapatkan penilain yang sesuai untuk semua kejadian hidup.

Sehari di Malioboro bersama Semoet Ketjil

Malioboro ….. menyebut nama ini terbayang sudah jalanan yang tidak pernah sepi dari hangar bingarnya kota. Malioboro tidak pernah sepi selama 24 jam. Pagi dibuka dengan pasar Beringharjo yang menggeliat, siangnya toko-toko dan pedagang kaki lima menghiasi dan malamnya dengan sejuta pesona makanan dan pengamen jalanan.

Sungguh Malioboro tidak pernah habis untuk dibicarakan.

Kali ini saya akan mengangkat topic mengenai souvenir……….

Keluar masuk toko sepanjang Malioboro bersama istri menjadi acara kami hari ini. Dari hotel saya sudah mempersiapkan diri untuk olahraga jalan ini. Hmmm…. Pasti pegal apalagi perginya sama istri yang kalau pergi ke Malioboro kayaknya tidak pernah merasa capek. Tidak apa-apa kali ini aku mencoba untuk menikmati keinginan istri tercinta.

Kami pun masuk ke salah satu gallery dan menemukan souvenir menarik yang dibuat oleh semoet ketjil. Saya yang selama ini tidak begitu tertarik dengan souvenir juga sempat terperangah ketika melihat koleksi souvenir buatan semoet ketjil.

Setelah memborong koleksi souvenirnya untuk oleh-oleh, akhirnya kami keluar gallery dengan perasaan senang.

Saking penasaran akhirnya saya mencoba menghubungi mereka lewat e-mailnya semoetketjil_djogja@yahoo.co.id yang dapat dilihat di setiap label souvenir yang dijual.

Ternyata mereka langsung merespon email saya.

Akhirnya saya tahu kalau alamat email tersebut juga sekaligus jadi alamat facebook mereka sehingga saya semakin mudah untuk menikmati koleksi-koleksi terbaru mereka.

Satu hal yang menarik dari Semoet Ketjil adalah mereka tidak pernah restock barang artinya desain yang dibuat selalu berubah sesuai dengan trend dan kreatifitas para perajin. Disamping itu desain mereka menarik baik dari tekstur, warna sehingga terasa nyaman ketika menggunakannya.

Anak Jogja memang selalu kreatif…. Sehingga tidak perlu heran kalau saat ini produk mereka sudah dipasarkan sampai ke luar Jawa.

Di Jawa sendiri ada beberapa tempat yang anda bisa kunjungi untuk mendapatkan koleksi terbaik dan terbaru mereka:

– Dharmawangsa Square ,GroundFloor “Kampoeng Djogja”
– Pondok Indah Mall south sky walk 1st floor ( depan Death by Chocolate)
– Ambarukmo Plaza 1st floor, Jogja Gift Village…Yogyakarta
– Malioboro Mall UnderGround (dpn Nokia / Hero)… triOn’s Gallery, Yogyakarta
– Malioboro Raya no 39 , triOn’s Gallery…, Yogyakarta

Sukses buat anak-anak Jogja dan semakin kreatif…….

Tugu Kapiten Baru – Ikon Kabanjahe yang Terlupakan

Tugu Kapiten Baru – Ikon Kabanjahe yang Terlupakan

Kabanjahe adalah ibu kota Kabupaten Tanah Karo. Kota yang terletak 62 kilometer di tenggara kota Medan ini bisa ditempuh 2 jam perjalanan darat.

Sinabung Jaya, Sutera adalah merk armada yang selama ini menjadi ikon moda transportasi di daerah ini.

 Kabanjahe sebagai daerah yang dingin karena berada diatas 1000 meter DPL sangat terkenal dengan penghasil sayur mayur. Dengan daerahnya yang dingin tersebut maka sangat asyik menikmati suasana kota dengan secangkir kopi Sidikalang di warung kopi Tiga Serangkai. Hmm….

 Saya tersadar dari lamunan ketika angkutan kota melewati kedai kopi ini dengan musik hangar-bingarnya. Dengan lagu Karo yang khas alat musiknya angkutan kota ini menyadarkan saya untuk kembali melanjutkan penelusuran kota yang sudah lama sekali tidak saya sambangi.

Oya… kadang ketika kita berada di suatu tempat kita lupa untuk melihat lebih detail tentang daerah itu, tetapi ketika kita sudah jauh meninggalkan daerah tersebut baru kita sadar kalau ada sudut tertentu kota yang selama ini lolos dari pengamatan kita.

Nah… hal yang sama terjadi pada saya. Saat itu saya terhenyak karena Tugu Kapiten Purba yang hampir setiap hari saya lewati luput dari pengamatan saya selama ini.

Saya jadi penasaran, apa sebenarnya isi tulisan yang ada di monumen tersebut? Berikut adalah hasil penelusuran saya.

Tahukah anda kalau Kapiten Purba dulunya adalah anggota MPR/ DPR RI?

Beliau lahir di Kaban Jahe tahun 1915 dan meninggal 24 Maret 1973 di Jakarta. Beliau dikebumikan tanggal 26 Maret 1973 di TMP Medan.

Beliau berpangkat terakhir Mayor C.P.M. Purn. dengan NPP. 12831.

Monumen ini dibangun dan diresmikan 10 Maret 1975 yang diprakarsai oleh teman seperjuangan dengan panitia pembangunan keluar PURBA.

 Disisi kiri monumen tersebut dapat kita lihat visualisasi perjuangan kemerdekaan. Sedangkan disisi kanannya adalah alat musik Karo. Sayang pada saat itu tidak ada tempat saya bertanya arti dari visualisasi di sebelah kanan dan kiri monumen tersebut. Namun satu hal saya petik dari monumen sederhana ini adalah betapa tingginya apresiasi orang tua kita di masa lalu. Dalam 2 tahun setelah kematian beliau tugu yang megah ini sudah berdiri kokoh di tengah kota Kaban Jahe. Disisi lain kita saat ini sering melupakan betapa beratnya mendapatkan kemerdekaan yang sekarang dapat kita nikmati.

 Hari ini saya belajar lagi kalau masa lalu tidak terjadi begitu saja. Masa lalu terjadi dan menentukan masa sekarang. Ada baiknya kita merenungkan masa lalu untuk jembatan kita lebih baik dimasa yang akan datang.

Dirgahayu RI ke 65. Semoga bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang.

MERDEKA………………