Aurora Yamerescha's Blog

Just another WordPress.com site

Amazon.com

Amazon.com Widgets

July 10, 2010 Posted by | biz | Leave a Comment

Samosir Journey 2- Paradiso Side

SAMOSIR JOURNEY – PART 2

Seperti diceritakan sebelumnya menginap di Samosir sangat terasa kesan damai, sejuk, fresh, original, kampung dan kesan lain yang berbaur.

Menjelajahi pulau Samosir sepanjang perjalanan terasa keajaiban dari Danau itu sendiri. Sekali-sekali kita bisa melihat gerombolan burung yang terbang di antara tenangnya air danau.

Sepanjang perjalanan juga dapat dirasakan kedamaian karena keheningan pulau terasa sekali.

Bayangkan, danau dengan background bukit yang hijau, udara yang sejuk, keheningan, langit yang biru, air danau yang biru dan tenang……. Sungguh sebuah moment yang tidak mudah didapat di sembarang tempat.

Wajah desa yang sangat alami dengan kegiatan pertanian di ladang yang dilakukan warga, kerbau atau sapi yang ditambatkan di pinggir jalan atau di kebun, rumah penduduk yang masih sederhana sebenarnya potensi sangat bagus untuk perkembangan pariwisata di Samosir.

Saya senang untuk mengatakan bahwa Samosir adalahParadise-nyaIndonesia. Kesederhanaan yang muncul dari pulau ini merupakan modal yang baik untuk peningkatan pariwisata di masa depan. Perlu kearifan dalam perencanaan pariwisata di Samosir supaya kondisi alami yang terasa sekarang masih bisa dipertahankan. Industri pariwisata akan membuat wajah pulau ini berubah, namun harus ada batasan pengembangan industri yang menjadi Master Plan untuk menjaga ke-autentikan dari daerah ini.

Perjalanan menyusuri bibir pantai Danau Toba akhirnya berakhir di Pangururan. Karena kami mau melanjutkan perjalanan ke Kabanjahe (Kabupaten Karo) maka kami keluar dari pulau Samosir di Pangururan.

Perjalanan dari Pangururan ke Kabanjahe adalah kisah perjalanan yang berbeda sekali dengan perjalanan selama di Samosir.

Perjalanan ke Kabanjahe dari Samosir saya gambarkan sebagai perjalanan yang ekstrim, sedangkan perjalanan selama di Samosir adalah gambaran perjalanan Paradiso.

Cerita perjalanan ke Kabanjahe akan saya ceritakan disegmen terakhir

………………… end of part 2

September 9, 2011 Posted by | jalan-jalan | Leave a Comment

Samosir part 1

SAMOSIR JOURNEY – PART 1

Saat pertama kali memutuskan untuk liburan kali ini menginap di Samosir, saya tidak membayangkan kalau Samosir sudah sangat professional dalam menangani turis.

Beberapa tahun lalu saya pernah menyeberang dari Parapat ke Samosir tapi hanya berkunjung atau singgah selama 2 jam di Samosir. Kesan pertama saat itu adalah Samosir ya begitu…. Banyak orang jualan, ada orang menari, ada kuburan raja…. Itu saja. Bagi saya semua itu biasa-biasa saja.

Jadi saat memutuskan untuk stay 1 night disana saya tidak berharap banyak.

Perjalanan dariMedanke Pematang Siantar yang kami tempuh di kegelapan malam terasa sangat asyik karena baru kali ini mencoba jalan malam dariMedanke Siantar. Sempat ragu juga dengan jalanan…. Thanks God berkat GPS di hape kita tidak ragu tersesat atau salah jalan.

Malam itu kita menginap di Siantar untuk bangun pagi dan bersiap melakukan perjalanan ke Samosir.

Perjalanan ke Samosir dimulai dengan perjalanan dari Siantar ke Parapat. Perjalanan melintasi desa-desa dan hamparan kayu pinus terasa menyegarkan pandangan dan jiwa setelah seharian dengan udaraJakartayang penat.

Untuk mencapai Samosir, kita harus antri di dermaga karena jadwal kapal Cuma 2 jam sekali. Walaupun pada saat sibuk mereka menyediakan kapal tambahan.

Tips untuk ke Samosir, usahakan berangkat sebelum jam 12 siang. Karena pada jam-jam setelah jam 12 cenderung padat jadi bias jadi antrinya lebih lama.

Perjalanan ke Samosir ditempuh sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan kita disuguhi oleh pengamen Danau Toba yang terkenal dengan suara emasnya. Pantas saja banyak penyanyi dari Tano Batak ini, pengamen di danau Toba saja mampu menyihir kita yang mendengarkannya. Perjalanan juga terasa indah karena di kanan kiri kita disuguhi dengan keindahan bukit-bukit di danau Toba yang masih asri. Deburan ombak di bibir pantai kadang mengagetkan burung elang yang sedang hinggap di bebatuan, menambah kesan alaminya sepanjang perjalanan.

Halo Samosir…. Apa khabar…. Senang bisa datang lagi kesini untuk kedua kalinya.

Keluar dari kapal dan menyusuri bibir pantai sepanjang perjalanan ke Tuk-Tuk Siadong sungguh luar biasa. Sensasinya sama dengan perjalanan diLombokdari bibir pantai dermaga ke Gili Trawangan ke Senggigi. Spectacular. Bedanya di Lombok dengan hamparan laut yang luas, kalau di Samosir ada sensasi sejuk udara pantai dan air danau yang tenang.

Untungnya kami sampai sebelum jam 1 siang di Samosir dan segera mencari hotel. Dengan bekal browsing internet kami akhirnya memilih untuk menginap di Carolina Inn Hotel. Sempat kaget karena ternyata hotel ini menyediakan fasilitas internet WIFI, kamar mandi dengan air panas, penyewaan sepeda, sepeda motor bahkan mobil dilengkapi dengan tour guide. Jadi dech saya bisa liburan sambil mengontrol kerjaan kantor lewat email.

 Menikmati Danau Toba dari Samosir akan terasa lebih pas kalau kita memilihhoteldenganLakeView. Tenang saja, kebanyakan hotel di Samosir memang mengandalkanLakeView. Udara di Samosira sangat sejuk, ini bisa dimengerti karena sebenarnya Danau Toba sebenarnya adalah Danau di atas gunung. Jadi pantas saja udaranya sesejuk Puncak………. End of part 1

August 11, 2011 Posted by | jalan-jalan | Leave a Comment

Relativity Theory aka Teori Relativitas

Albert Einstein terkenal dengan Teori  Relativitas yang mengguncangkan pada masanya. Rumus E = MC2 menandai kepiawaian beliau dalam menunjukkan bagaimana energy merupakan hasil yang didapat massa tertentu sebuah benda dengan kecepatan yang dihasilkan dari gerakannya. Dalam hal kecepatan inilah beliau menandai relativitas dimana sebuah kecepatan bisa dikatakan cepat tergantung dengan pembandingnya. Bila pembandingnya lebih cepat maka sesuatu yang sebelumnya dikatakan cepat menjadi kelihatan lambat.

Carl Lewis pada saat mencapai waktu dibawah 10 detik pertama kali dalam lari sprint 100 meter dikatakan manusia tercepat. Seiring waktu, Ben Johnson memecahkan rekor tersebut dan selanjutnya oleh pelari lain sampai sekarang. Kita akhirnya disadarkan bahwa apa yang dihasilkan oleh Carl Lewis bukan menjadi yang tercepat. Kenapa?  Jawabannya sederhana….. Ben Johnson membuktikan bahwa dia bisa lebih cepat.

Segala kejadian mempunyai perbandingan dengan yang lain. Kita sering mendengar orang berkata ,”Itu khan relative”, ketika dihadapkan dengan sebuah kenyataan tentang kejadian yang rumit. Kita bahkan tanpa sadar dapat menjadi salah menilai tentang sesuatu bila salah dalam mengambil perbandingan dengan hal lain. Membandingkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian hidup kita. Kita meyakini bahwa keadaan yang ada adalah PILIHAN karena begitu banyak kejadian yang bisa menjadi bahan pelajaran.

Banyak hal yang kita pandang berbeda karena beberapa aspek. Misalnya jarak. Di kampung saya ada warung kopi yang jaraknya dari rumah orang tua  saya sekitar 200 meter. Selama 18 tahun umur saya, warung kopi tersebut saya rasakan jauh kalau jalan kaki. Saat umur 25 tahun saya kembali ke kampong saya untuk pertama kali setelah kepergian saya 9 tahun yang lalu. Ternyata jarak 200 meter ke warung kopi rasanya dekat sekali. Aneh juga ketika merasakan itu. Saya penasaran kenapa jarak tersebut terasa lebih dekat? Ternyata karena selama ini saya sudah biasa melewati jarak 200 meter dengan jumlah rumah sepanjang 200 meter yang lebih banyak dibanding kampong saya. Menarik……

Hal menarik lain adalah bagaimana kita menghadapi lebaran. Libur seminggu, bisa menjadi libur yang terlalu lama dan bisa juga terlalu pendek. Kalau yang pulang kampong ke Jawa dari Jakarta dengan aktifitas silaturahmi yang padat akan mengatakan bahwa libur seminggu terlalu pendek. Tapi bagi mereka yang tidak pulang kampong dan cucian di rumah setumpuk karena pembantu mudik, libur seminggu bisa menjadi terlalu lama.

Kehidupan ini memang penuh dengan relativitas. Sering kali kita salah mengambil kesimpulan dan salah menilai seseorang hanya karena kita kurang mengikuti teori relativitas. Mari mulai untuk berpikir positif dan memahami teori relativitas untuk mendapatkan penilain yang sesuai untuk semua kejadian hidup.

September 13, 2010 Posted by | idea | Leave a Comment

Sehari di Malioboro bersama Semoet Ketjil

Malioboro ….. menyebut nama ini terbayang sudah jalanan yang tidak pernah sepi dari hangar bingarnya kota. Malioboro tidak pernah sepi selama 24 jam. Pagi dibuka dengan pasar Beringharjo yang menggeliat, siangnya toko-toko dan pedagang kaki lima menghiasi dan malamnya dengan sejuta pesona makanan dan pengamen jalanan.

Sungguh Malioboro tidak pernah habis untuk dibicarakan.

Kali ini saya akan mengangkat topic mengenai souvenir……….

Keluar masuk toko sepanjang Malioboro bersama istri menjadi acara kami hari ini. Dari hotel saya sudah mempersiapkan diri untuk olahraga jalan ini. Hmmm…. Pasti pegal apalagi perginya sama istri yang kalau pergi ke Malioboro kayaknya tidak pernah merasa capek. Tidak apa-apa kali ini aku mencoba untuk menikmati keinginan istri tercinta.

Kami pun masuk ke salah satu gallery dan menemukan souvenir menarik yang dibuat oleh semoet ketjil. Saya yang selama ini tidak begitu tertarik dengan souvenir juga sempat terperangah ketika melihat koleksi souvenir buatan semoet ketjil.

Setelah memborong koleksi souvenirnya untuk oleh-oleh, akhirnya kami keluar gallery dengan perasaan senang.

Saking penasaran akhirnya saya mencoba menghubungi mereka lewat e-mailnya semoetketjil_djogja@yahoo.co.id yang dapat dilihat di setiap label souvenir yang dijual.

Ternyata mereka langsung merespon email saya.

Akhirnya saya tahu kalau alamat email tersebut juga sekaligus jadi alamat facebook mereka sehingga saya semakin mudah untuk menikmati koleksi-koleksi terbaru mereka.

Satu hal yang menarik dari Semoet Ketjil adalah mereka tidak pernah restock barang artinya desain yang dibuat selalu berubah sesuai dengan trend dan kreatifitas para perajin. Disamping itu desain mereka menarik baik dari tekstur, warna sehingga terasa nyaman ketika menggunakannya.

Anak Jogja memang selalu kreatif…. Sehingga tidak perlu heran kalau saat ini produk mereka sudah dipasarkan sampai ke luar Jawa.

Di Jawa sendiri ada beberapa tempat yang anda bisa kunjungi untuk mendapatkan koleksi terbaik dan terbaru mereka:

- Dharmawangsa Square ,GroundFloor “Kampoeng Djogja”
- Pondok Indah Mall south sky walk 1st floor ( depan Death by Chocolate)
- Ambarukmo Plaza 1st floor, Jogja Gift Village…Yogyakarta
- Malioboro Mall UnderGround (dpn Nokia / Hero)… triOn’s Gallery, Yogyakarta
- Malioboro Raya no 39 , triOn’s Gallery…, Yogyakarta

Sukses buat anak-anak Jogja dan semakin kreatif…….

August 27, 2010 Posted by | jalan-jalan | Leave a Comment

Tugu Kapiten Baru – Ikon Kabanjahe yang Terlupakan

Tugu Kapiten Baru – Ikon Kabanjahe yang Terlupakan

Kabanjahe adalah ibu kota Kabupaten Tanah Karo. Kota yang terletak 62 kilometer di tenggara kota Medan ini bisa ditempuh 2 jam perjalanan darat.

Sinabung Jaya, Sutera adalah merk armada yang selama ini menjadi ikon moda transportasi di daerah ini.

 Kabanjahe sebagai daerah yang dingin karena berada diatas 1000 meter DPL sangat terkenal dengan penghasil sayur mayur. Dengan daerahnya yang dingin tersebut maka sangat asyik menikmati suasana kota dengan secangkir kopi Sidikalang di warung kopi Tiga Serangkai. Hmm….

 Saya tersadar dari lamunan ketika angkutan kota melewati kedai kopi ini dengan musik hangar-bingarnya. Dengan lagu Karo yang khas alat musiknya angkutan kota ini menyadarkan saya untuk kembali melanjutkan penelusuran kota yang sudah lama sekali tidak saya sambangi.

Oya… kadang ketika kita berada di suatu tempat kita lupa untuk melihat lebih detail tentang daerah itu, tetapi ketika kita sudah jauh meninggalkan daerah tersebut baru kita sadar kalau ada sudut tertentu kota yang selama ini lolos dari pengamatan kita.

Nah… hal yang sama terjadi pada saya. Saat itu saya terhenyak karena Tugu Kapiten Purba yang hampir setiap hari saya lewati luput dari pengamatan saya selama ini.

Saya jadi penasaran, apa sebenarnya isi tulisan yang ada di monumen tersebut? Berikut adalah hasil penelusuran saya.

Tahukah anda kalau Kapiten Purba dulunya adalah anggota MPR/ DPR RI?

Beliau lahir di Kaban Jahe tahun 1915 dan meninggal 24 Maret 1973 di Jakarta. Beliau dikebumikan tanggal 26 Maret 1973 di TMP Medan.

Beliau berpangkat terakhir Mayor C.P.M. Purn. dengan NPP. 12831.

Monumen ini dibangun dan diresmikan 10 Maret 1975 yang diprakarsai oleh teman seperjuangan dengan panitia pembangunan keluar PURBA.

 Disisi kiri monumen tersebut dapat kita lihat visualisasi perjuangan kemerdekaan. Sedangkan disisi kanannya adalah alat musik Karo. Sayang pada saat itu tidak ada tempat saya bertanya arti dari visualisasi di sebelah kanan dan kiri monumen tersebut. Namun satu hal saya petik dari monumen sederhana ini adalah betapa tingginya apresiasi orang tua kita di masa lalu. Dalam 2 tahun setelah kematian beliau tugu yang megah ini sudah berdiri kokoh di tengah kota Kaban Jahe. Disisi lain kita saat ini sering melupakan betapa beratnya mendapatkan kemerdekaan yang sekarang dapat kita nikmati.

 Hari ini saya belajar lagi kalau masa lalu tidak terjadi begitu saja. Masa lalu terjadi dan menentukan masa sekarang. Ada baiknya kita merenungkan masa lalu untuk jembatan kita lebih baik dimasa yang akan datang.

Dirgahayu RI ke 65. Semoga bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik di masa yang akan datang.

MERDEKA………………

August 19, 2010 Posted by | jalan-jalan | Leave a Comment

quality system training – Powder for Mosquito Coil

KATA PENGANTAR

Batok kelapa, serutan kayu gergaji, ampas tapioca (onggok) saat ini menjadi material utama yang dipakai dalam proses pembuatan Obat Nyamuk jenis bakar atau sering disebut coil. Seiring dengan kemajuan teknologi pembuatan coil dan kebutuhan konsumen akhir (pemakai coil) yang semakin bervariasi maka saat ini pabrik pembuat obat nyamuk bakar semakin selektif dalam penerimaan material. Dengan semakin kritisnya pembeli obat nyamuk bakar dan semakin banyak pilihan merek di pasaran maka pembuat obat nyamuk bakar semakin hati-hati pula dalam menjaga mutu dari coil.

Sebagai bahan pengisi utama dalam coil maka pengaruh mutu terbesar adalah dari tepung yang dipakai. Oleh karena itu di masa yang akan datang pabrik penggilingan yang mampu menghasilkan mutu yang stabil dan sesuai kebutuhan customer yang akan menang dalam persaingan global.

System Quality Control menjadi sangat penting……….

Berdasarkan survey pabrik penggilingan tepung yang kami lakukan selama ini, hanya beberapa pabrik saja yang sudah mempunyai sistem quality control. Sedangkan sebagian besar masih mengandalkan model lama yaitu berdasarkan pengalaman dan pemeriksaan secara kualitatif (berdasarkan perasaan). Sedangkan pabrik obat nyamuk bakar saat ini sedang dituntut untuk memenuhi system mutu berbasis global terutama ISO 9001. Dalam system manajemen mutu ISO 9001, salah satu clausul yang harus dipenuhi adalah seleksi supplier untuk menentukan supplier terpilih. Penentuan supplier terpilih tersebut salah satunya didasarkan pada mutu dari material yang diberikan oleh supplier. Bila mutunya tidak stabil maka supplier tersebut dapat dikeluarkan dari daftar supplier terpilih. Daftar supplier terpilih ini sangat penting karena supplier terpilihlah yang menjadi prioritas pembelian. Sedangkan supplier yang tidak masuk dalam daftar hanya akan dipakai bila ada kekurangan stock di supplier terpilih. Dengan kata lain supplier yang tidak masuk daftar supplier terpilih adalah supplier cadangan yang pembeliannya ke supplier tersebut dilakukan tidak rutin.

Yang kami tawarkan…… The Best Quality for Customer Satisfaction

Kami berpengalaman dalam pembuatan obat nyamuk bakar selama lebih 10 tahun. Kami berpengalaman pula membangun quality system di 7 (tujuh) pabrik obat nyamuk bakar. Dalam kurun waktu tersebut kami sudah melihat perkembangan pabrik obat nyamuk mulai dari ujung Sumatera (Medan) sampai ke ujung Jawa (Surabaya) bahkan pabrik obat nyamuk di Kalimantan (Pontianak). Sebagai praktisi kami sangat mengerti syarat-syarat mutu tepung dari pabrik obat nyamuk bakar. Untuk menghasilkan mutu yang dipersyaratkan dibutuhkan suatu Quality System yang terpadu.

Quality System tidak hanya diperlukan untuk menghasilkan produk yang dipersyaratkan tetapi juga menjaga mutu yang dipersyaratkan tetap atau stabil sehingga akan memuaskan pelanggan atau CUSTOMER SATISFACTION.

PROGRAM TRAINING: QUALITY SYSTEM PABRIK PENGGILINGAN TEPUNG

1. Sistem Pengendalian Penerimaan Raw Material

2. Metode pemeriksaan mutu tepung (particle size, density, viscosity (onggok), stability (onggok))

 3. Sistem inspeksi mutu proses penggilingan tepung

4. Sistem sampling sesuai MIL STD 105 D – USA Army System

5. Aplikasi AQL (acceptance quality level) atau system keberterimaan barang berdasarkan MIL STD 105 D – USA Army System

6. Pembuatan laporan pemeriksaan mutu incoming raw material, proses dan produk

7. Pembuatan Certificate of Analysis tepung yang dikirim ke customer

8. Pembuatan MSDS (Material Specification Data Sheet) tepung

9. Sistem Penanganan Keluhan Pelanggan (Customer Complain) – Permintaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (PTPP)

SYSTEM TRAINING

In house training dan praktek lapangan

BIAYA

NEGOTIABLE

KELENGKAPAN UNTUK TRAINING

A. PABRIK PENGGILINGAN KAYU DAN BATOK

1. Timbangan Digital dengan akurasi 0.1 gram

 2. Ayakan mesh 80

3. Density Tester

4. Pemanas Air

5. Gelas Ukur plastic 500 ml atau 1000 ml

6. Gelas Beaker

B. PABRIK PENGGILINGAN ONGGOK

1. Timbangan Digital dengan akurasi 0.1 gram

2. Ayakan mesh 80

3. Density Tester Pemanas Air

4. Pemanas Air

5. Gelas Ukur plastic 500 ml atau 1000 ml

6. Viskometer

7. Gelas Beaker

 Catatan:

 1. Density Tester, ayakan mesh 80 dan gelas ukur akan kami sediakan untuk training.

2. Untuk Viskometer bila tidak ada maka trainingnya hanya teori saja dan akan kami berikan metode cek lain sebagai pengganti tes viscosity.

GANS: GET A NEW SPIRIT FOR QUALITY IMPROVEMENT

Hubungi kami:

anantaandreas@yahoo.com

August 15, 2010 Posted by | biz | Leave a Comment

BERBURU ONGGOK DI LAMPUNG

Menginjakkan kaki di bandara udara RADEN INTEN II untuk kali kedua menjadi kenangan tersendiri buat saya. Tak terasa sudah 5 tahun lalu saya terakhir menginjakkan kaki di di bandara ini. Teringat saat itu saya berburu arang batok dan karbon aktif di Lampung. Saat itu teman di Lampung bilang kalau batok kelapa bakal sulit di waktu yang akan datang. Untungnya sesusahnya cari batok, sampai hari ini pabrik masih bisa jalan.

Hmm… Lampung memang punya ciri sendiri sebagai sebuah propinsi paling ujung di Sumatera. Karena dekat dengan Jawa, masyarakatnya sudah cukup modern. Tapi perjalanan kami bukan untuk keliling kota bandar lampung, jadi dari bandara kami langsung menuju daerah Metro. Sepanjang perjalanan terlihat begitu luas hamparan sawah dengan padi yang sudah menguning. Sayang di beberapa ruas jalan ada jalanan rusak yang menghambat perjalanan. Untung mobil yang kami pakai memang khusus untuk menghadapi medan seperti itu, sehingga perjalanan rasanya asyik saja.

Semakin jauh kami meninggalkan bandar lampung, kami mulai menemukan hamparan tanaman singkong yang sedang menghijau. Segar banget rasanya berada diantara rimbunan tanaman singkong ini. Apalagi kedatangan saya kali ini adalah untuk mencari ampas dari singkong untuk pengolahan tapioka.

Oya…. saya mencari onggok atau ampas tapioka untuk dipakai dalam pembuatan obat nyamuk bakar. Tapioka dibuat dengan memeras singkong, hasil perasannya ditampung dalam kolam dimana di dalam kolam ini aci atau rendemen dari singkong akan mengendap. Selanjutnya mengenai pembuatan tapioka/ aci ini akan kita bahas di waktu yang akan datang

Nah… hasil perasan dari singkong ini alias ampas yang akan saya ceritakan lebih lanjut disini.

Hasil perasan singkong ini akan dikeringkan dengan sinar matahari. Prosesnya biasanya membutuhkan waktu 3-5 hari tergantung kondisi matahari. Kalau kondisi ini terjaga, maka mutu ampas  yang disebut juga onggok akan bagus. Tapi kenyataannya akhir-akhir ini cuaca yang terus hujan mengakibatkan dalam 5 hari onggok tidak kering. Hal inilah yang membuat saya kesulitan mencari onggok.

Dari teman yang punya pabrik saya juga tahu kenapa onggok saat ini susah stocknya. Penyebab utamanya adalah karena saat ini barang ini menjadi rebutan antara pabrik saos, peternak sapi, dan pabrik bio etanol. Bayangkan saja, lahan tidak bertambah tapi pemakai semakin banyak. Sebenarnya di daerah Metro ini banyak sekali pabrik tapioka, namun onggoknya sudah jadi rebutan.

Akhirnya kami sampai juga di pabrik. Ditemani dengan kopi Lampung yang terkenal dan gorengan singkong yang masih panas membuat saya lupa akan perjalanan melelahkan selama 2 jam lebih dari bandara ke Metro. Kami akhirnya menemukan sumber onggok yang dapat mensuplai secar kontinu ke pabrik dalam jumlah yang cukup besar.

Wawww…. rasa letih akhirnya sirna setelah kita berhasil meyakinkan supplier bahwa kita serius dengan bisnis ini dan mereka menyanggupi untuk mensuplai sejumlah yang kita tentukan. Lampung saya akan datang lagi, tapi nantinya saya berharap datang untuk berburu lagi tapi dalam suasana yang lebih rileks.

July 20, 2010 Posted by | idea | 9 Comments

KOTA GEDE – RIWAYATMU KINI

Kembali ke Yogya selalu membawa sejuta kenangan tentang masa-masa kuliah di kota ini. Sebagai kota yang tenang, kota ini menyimpan kekuatan magis tersendiri yang sulit untuk diuraikan dengan kata-kata. Yogya adalah kota budaya, Yogya juga adalah kota dengan segudang kegaduhan di beberapa sudutnya. Yogya menjadi besar karena kenyamanannya seperti motonya YOGYA BERHATI NYAMAN. Namun Yogya juga besar karena kearifan budayanya. Yogya juga dikenal dengan kesederhanannya, terbukti dengan biaya hidup yang murah.

Cukup ulasan singkat tentang Yogya. Kita kembali ke topik.

Liburan kali ini saya mencoba untuk menelusuri jejak Yogya dari sudut yang berbeda. Kalau biasanya saya mendekatkan diri dengan Malioboro, Kaliurang, Parang Tritis dan Alun-alun, kali ini saya fokus ke tempat yang jarang saya kunjungi di masa lalu.

Kota Gede….. saya terhenyak dari lamunan ketika teringat daerah ini. Ingin rasanya menelusuri jejak kota ini dari warisan kerajinan peraknya yang terkenal kemana-mana. Dengan semangat membara saya dan istri keluar dari hotel dengan tujuan bulat ke Kota Gede. Tentunya setelah dari sana kita juga akan menyambangi tempat kuliner dan sudut-sudut lain kota Yogya.

Motor pinjaman dari teman kuliah dulu jadi kendaraan kami. Lajunya yang sedang dan ditambah suasana kota yang masih lengang membuat perjalanan kami tetap asyik. Bagi kami, meyusuri jalanan kota Yogya saja memang sudah menyejukkan hati dan penuh dengan kesenangan.

Jalan Kemasan dengan gapura SELAMAT DATANG nya menyambut kami dengan penuh misteri. Saya menggambarkan sebagai misteri karena keramaian yang saya bayangkan sebelumnya ternyata tidak saya dapatkan. Memasuki kawasan kerajinan perak ini seperti memasuki sebuah kota mati yang setiap sudutnya menyimpan misteri. Rasanya sangat aneh setelah beberapa hari ini saya mengunjungi tempat lain dan ketika memasuki daerah ini yang saya temukan sangat kontras. Saya yakin dengan gambaran saya bahwa Kota Gede adalah kota mati karena sebagai tempat kunjungan wiasata daerah ini sepi.

Kota Gede …. Riwayatmu kini. Pernahkah kita terpikir untuk membuat kota ini lebih menggeliat? Apa yang kurang dari kota ini? Apakah saat ini orang sudah tidak suka lagi dengan perak? Seiring dengan banyaknya jenis pilihan lain kelihatannya perak semakin tidak diminati.

Saya diajak singgah oleh istri di beberapa toko dengan ukiran peraknya yang bagus-bagus penuh dengan nilai artistic. Tapi dari beberapa tolo yang kami sambangi istri saya tidak menemukan barang yang menarik hati. Sebenarnya ada yang disukai tapi melihat harganya dia berpikir ulang. Sempat saya Tanya istri,” Kenapa tidak dibeli?” Jawabannya simple, ‘ Daripada perak mending beli emas atau perhiasan lainnya”. Nah lho…. Apa ini juga yang menjadi pertimbangan konsumen lain sehingga tingkat kunjungan ke kota Gede jadi menurun? Bisa saja.

Kota Gede….. rasanya baru kemarin melihat geliatmu yang mempesonakan banyak orang.

June 24, 2010 Posted by | jalan-jalan | Leave a Comment

Kayu Jati dan Batok jadi Obat Nyamuk Bakar

Kayu jati yang dikenal secara ilmiah dengan nama tectona grandis merupakan jenis kayu mutu tinggi yang banyak digunakan untuk furniture. Kayu ini dapat mencapai tinggi 30 – 40 meter.

Batok Kelapa sudah kita kenal dari zaman dulu. Batok kelapa juga banyak digunakan sebagai ukiran di Indonesia. Sifatnya yang keras dan mudah diukir membuat ukiran batok kelapa banyak digandrungi orang.

Kali ini kita tidak membahas detail tentang tanaman diatas hubungannya dengan ukiran atau furniture.

Tahukah anda kalau serutan kayu jati dan batok kelapa banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar?

Dapat dikatakan hampir 70 % bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar dari kedua bahan diatas.

 

Cara pengolahannya sangat sederhana, dimana serutan kayu jati dan batok kelapa digiling dengan mesin giling kemudian diayak dengan saringan dengan mesh 80. Hasil yang keluar dari ayakan ini akan sangat halus dan sudah berbentuk tepung.

Tepung kayu jati dan tepung batok kelapa ini dipakai sebagai media untuk insektisida dan parfum yang akan digunakan di obat nyamuk bakar. Kedua tepung ini cocok dipakai untuk obat nyamuk bakar karena sifatnya yang mudah terbakar.

Tepung kayu jati berfungsi untuk memastikan obat nyamuk bakar tetap terbakar sedangkan tepung batok kelapa berfungsi untuk menghaluskan dan menjaga supaya obat nyamuk terbakar tidak terlalu cepat.

Seiring berkembangnya pabrik obat nyamuk di Indonesia, kebutuhan tepung kayu jati dan tepung batok kelapa makin banyak. Hal ini mengakibatkan tepung kayu jati menjadi barang langka. Pada perkembangannya akhirnya serutan kayu lain dicampurkan dengan kayu jati. Bahkan ada juga kayu yang tidak mengandung kayu jati sama sekali. Jenis kayu lain yang dipakai untuk pembuatan obat nyamuk bakar diantaranya adalah:

  1. Kayu Meranti
  2. Kayu Damar laut
  3. Kayu Bengkirai
  4. Kayu Mahoni
  5. Kayu Durian
  6. Kayu Ulin
  7. Kayu Pinus
  8. dan lain-lain

 

Yang lebih sulit adalah tepung batok kelapa. Batok kelapa saat ini banyak dipakai selain untuk kayu bakar, juga dijadikan arang aktif yang penggunaannya saat ini sangat luas.

Hal ini menyebabkan produsen obat nyamuk bakar makin kesulitan mencari sumber material.

Pada perkembangannya pemakaian batok kelapa juga sudah mulai diturunkan dengan menggunakan batok kelapa sawit dan kemiri. Namun pemakaiannya tidak bisa banyak karena disamping sumbernya sedikit pengolahannya lebih sulit.

Saat ini sudah mulai dikembangkan pemakaian sekam padi, juga kayu dengan kehalusan menyerupai batok seperti kayu Ulin.

June 22, 2010 Posted by | idea | 9 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.